TERJEBAK DI MASA LALU
“What do you
think marriage? Dimana Pria itu? Sedang apa dia? Apakah dia sedang mencari uang
dan berusaha buat membangun rumah tangga denganku?” tiba-tiba ku
berfikir disaat aku sedang sibuknya mengerjakan tugas kuliah yang begitu
banyaknya seperti tumpukan gunung.
Aku tidak tau harus sedih apa harus
senang. Karena aku sampai saat ini belum mendapatkan pendamping. Bukan karena
aku tidak laku, apa bagaimana.
Tetapi
aku takut pengalaman aku sebelumnya yang begitu menyakitkan dan membuat diriku
hancur dan tak berdaya, kembali lagi atau terulang lagi di dalam kehidupan aku.
“mengapa saat
itu aku pernah menerima dia menjadi pacar aku? Apakah saat aku menerima dia
keadaan aku sedang tidak sadar?”tanyaku dalam hati, yang sedang bingung
dengan nasibku yang seperti ini.
Aku baru ingat pada saat itu, aku menerima
dia karena aku ingin melupakan cinta pertama aku yang lebih sangat menyakitkan.
Sebenarnya aku dengan cinta pertama ku itu belum pernah menjalin kasih, tetapi
aku menyukai cinta pertama ku itu dari kelas tiga SMP sampai saat ini. Bayangkan
saja sudah enam tahun lamanya aku menyukai dia .
Rasanya
cinta bertepuk sebelah tangan itu, sangat menyakitkan sekali. Memang aku belum
bisa melupakan first love aku, walupun aku sudah menjalin hubungan pacaran dua
kali dengan teman ku tetapi memang susah untuk melupakan cinta pertama aku itu.
Memang susah buat melupakan cinta yang menyakitkan, sudah tau menyakitkan tapi
masih dipertahankan. Ya begitulah sifat wanita yang setia.
Deringan
handphone ku berbunyi “hai apa kabar?”
ternyata itu sms dari mantan aku yang belum bisa melupakan aku.
Kenapa
cinta itu sangat susah ditebak, disaat aku sedang mencintai orang lain ada
orang yang sangat mencintaiku dengan tulus pada saat itu. Memang lebih baik
dicintai daripada mencintai. Tetapi apa salahnya kalau kita mencintai dan
dicintai juga sama orang yang kita cintai. Apakah cinta itu ada rumus, untuk
kebahagian yang sempurna? Apakah seorang wanita harus melakukan terlebih dahulu
untuk memperjuangkan cintanya? yang jelas-jelas cinta nya itu tidak akan
berahkir bahagia. Memang wanita yang setia yang hanya melakukan hal bodoh
seperti itu.
Arya, lelaki yang
membuat diriku menjantuhkan hatiku untuknya. Memang sifat dia sangat cuek
sekali, tapi sifat cuek itulah yang membuat diriku jatuh cinta dengannya sampai
saat ini. Manusia yang konyol yang kuperhatikan pada saat itu. Sifat yang cuek
itu sebenarnya banyak menyimpan kepeduliannya terhadap wanita yang ia sayangi. Ya
walaupun bukan aku wanita yang ia sayangi. Tapi aku cukup bahagia buat mengetahui
bagaimana kehidupan arya.
Bukan sebuah kebetulan pada saat itu,
aku melihat foto arya di selipan buku diary yang sudah sangat kusam. Ternyata diaryku
yang sudah lama yang aku simpan di lemari baju..”foto arya, bagimana kabar arya? Apa dia masih ingat pas dia tidak
sengaja menendang bola dan terkena dadaku?sangat lucu kalau mengingat enam
tahun yang lalu. Baru aku mengetahui betapa dia khawatirnya disaat aku menangis
kesakitan pada saat itu”
Ya
memang susah membuat diriku lupa dengann kejadian pada saat itu. Sebenarnya aku
senang melihat kekhawatiran Arya pada saat itu, tetapi aku juga sedih, mengapa
dia menendang bola ke arahku pas sekali didadaku.
“sy, lo gpp? Ayo
gue bawa ke uks”
arya yang sedang khwatir dengan keadaanku
“apaansi lo, gak usah sok care sama gue. Gak usah
pegang gue juga” sambil bentak arya dan menyesal sekali dengan sifat ku seperti
itu.
Iya
memang aku mempunyai sifat gengsian, ya kan seharusnya wanita harus mempunyai
harga diri yang tinggi. Ya itu si prinsipku sih. Untuk para wanita yang
mencintai pria yang tidak mencintai kalian, aku Cuma menyarankan sebaiknya
kalian tidak usah membuangkan waktu kalian untuk kegiatan yang menurutku tidak
penting. Apalagi kegiatan yang hanya mengharapkan lelaki yang tidak memcintai
kalian untuk para wanita. Berikan warna-warni hidup kalian, supaya cinta kalian
penuh dengan warna yang indah dan pengalaman yang membuat pasangan kalian
bahagia.